[#7] Mengapa Umat Islam Harus Menentang dan Meluruskan Kampanye #SaveMaryam

Mengapa Umat Islam Harus Menentang dan Meluruskan Kampanye #SaveMaryam
Oleh Maulana M. Syuhada
1 Agustus 2012 / 13 Ramadan 1433 H

Sampai detik ini saya sudah menerbitkan 6 tulisan yang membongkar bagaimana tidak ilmiah dan tidak jujurnya kampanye #SaveMaryam.

Namun sayang masih ada saja orang Islam yang tetap mendukung kampanye #SaveMaryam ini, dengan dalih ini untuk melawan kristenisasi.

Seperti yang sudah saya tulisa dalam note paling awal, saya mengakui bahwa kristenisasi itu ada (seperti halnya di semua negara manapun di dunia ini). Sejak di Pondok dulu saya sering mendapatkan selebaran yg isinya berita tentang kristenisasi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kalau saja itu terjadi di daerah Garut, maka tentu kami para santri akan langsung turun tangan.

Insya Allah, saya juga mendukung kegiatan-kegiatan untuk „membendung“ kristenisasi. Namun harus dengan cara yang islami, dengan cara yang “Ahsan” (baik). Nah, program #SaveMaryam ini berangkat dari kebohongan dan caranya tidak “Ahsan”.

Kalau kita sudah berbohong dengan justifikasi untuk dakwah. Maka kita akan menghalalkan kebohongan2 lainnya dengan dalih untuk kepentingan agama. Ibaratnya, tak masalah menghimpun dana dari judi/lottery yg penting uangnya untuk dakwah. Tak masalah memanipulasi audit keuangan yang penting untuk kepentingan umat, dan dan dan lainnya.

Kenapa sih Mercy tidak jujur saja?

Ungkapkan saja fakta yg sebenarnya, misalnya gunakan data sensus,dan kemudian projeksikan dari total kenaikan populasi penduduk Kristen (548 ribu orang/tahun):

– berapa persen karena natural growth

– berapa persen karena pindah agama

– berapa persen karena migrasi, dan faktor lainnya.

Anggaplah misalnya karena faktor pindah agama (Islam ke Kristen) adalah 30%, berarti angkanya sekitar 150 ribu orang/tahun.

Wah kalau kita bilangnya 150 ribu, kita tidak akan bisa menggalang dana besar kalo begitu? Kalo ga ada dana, mana bisa kita melakukan projek menstop kristenisasi ini.

Wah wah…. kok kita sepertinya lebih tahu dari Tuhan?

Kita langgar ajarannya demi mendapat dana besar, dan menyelamatkan umat dari kemurtadan.

Yang bisa menyelamatkan orang dari kemurtadan itu hanya Allah SWT., bukan Mercy Mission.

Walaupun dana kecil, tapi jika Allah SWT berkehendak, dalam satu detik pun seluruh penduduk Indonesia bisa muslim.

Walaupun dana besar, tapi jika Allah SWT berkehendak tidak terjadi, mau dana 100 trillion dollars pun tidak akan ada yg bisa mencegah murtadnya seseorang.

Allah SWT itu Maha Berkehendak dan tidak ada satupun yang bisa menghalangi-Nya.

Allah SWT itu Mahatahu. Dia Sang Pecipta kita. Turutilah rambu2nya. Insya Allah kita akan selamat.

Tapi kan, kalau tidak dibombastis atau didramatisir, nanti orang2 tidak akan “aware” dengan kegiatan kristenisasi ini?

Lagi2 kita merasa lebih tahu dari Allah SWT!

Allah SWT sudah tetapkan ajarannya, sudah tetapkan rambu2nya. Turuti saja itu.

Kalo niat kita adalah untuk Allah SWT, kenapa rambu2nya harus dilanggar? Kenapa harus berbohong? Kenapa harus mendramatisir fakta2 yang ada? Kenapa harus bombastis dan vulgar?

Allah SWT sudah jamin, kalau kita taati rambu2nya, insya Allah kita akan selamat, mendapat ridho dan perlindungan-Nya! Sebaliknya kalau kita melanggar rambu2nya, yang ada adalah malapetaka.

Perlu diingat, di video savemaryam itu yg menjadi objek adalah remaja. Digambarkan dalam video sebagai Maryam, remaja labil yg akhirnya terbujuk rayuan pindah agama, dan di akhir video Mercy (lagi2) mendramatisir dengan kalimat, “Maryam symbolise a whole generation of Indonesians today.”

Karena objeknya remaja, program yg ditawarkan Mercy dari dana ini adalah untuk membangun stasiun TV dan Helpline. Objeknya tidak sama dengan Ustad Andri Kurniawan di Malang yang masuk ke pelosok2 pedesaan menyadarkan muslim-muslim yg telah pindah agama, atau seperti kawan saya, Ustad Shiddiq, sekretaris majlis tabligh Muhammadiyah yg berjuang ke tempat2 terpencil di Karimun untuk memastikan muslim di sana menjalankan ajaran Islam dengan benar, memperkuat dan membentengi akidah saudara2 kita yg jauh di pedalaman.

Ustad Shiddiq ketika membaca berita tentang SaveMaryam, lantas berkomentar:

“Saya yang sehari-bersentuhan dengan akar rumput di medan dakwah di daerah terpencil Indonesia malah nyaris tidak menemukan indikasi apapun terkait krisis populasi muslim yang diakibatkan oleh kristenisasi. Kalau krisis muslim antara menjalankan ajaran Islam nah itu sih hampir bisa dipastikan benar adanya. Dan banyak ditemukan!”

Sesungguhnya Ustad Shiddiq yang bergerilya ke Karimun ini yang telah menjalankan secara nyata program pembendungan Kristenisasi. Karena dengan memastikan bahwa umat Islam menjalankan ajaran agamanya dengan benar dan mempekuat akidahnya, maka secara otomatis umat Islam akan membentengi  dirinya dari bahaya pemurtadan.

Kalau Mercy jadi bikin stasiun TV di Indonesia, maka saya akan melarang anak, keluarga, kerabat, teman untuk menontonnya. Kenapa? Bagaimana saya bisa menjamin kalau tidak ada elemen2 kebohongan yg disampaikannya di situ. Mercy akan mudah menjustifikasi kebohongan itu karena demi agama. Dan saya tidak mau anak saya dididik oleh pendusta.

Kalo di kemudian hari, saya mendapat informasi/data dari Mercy tentang suatu apapun. Apa saya akan percaya bahwa itu benar adanya? SULIT!

Peribahasa berkata, “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak akan percaya!”

Setelah banyaknya data dan fakta yg didramatisir dalam kasus savemaryam ini, saya tidak bisa memegang omongan mereka, karena tampaknya bagi mereka kebohongan bisa dikompromi asal untuk kepentingan umat.

Saya justeru sangat salut dan respek sekali kepada orang-orang seperti Ustad Andri, yang perjuangannya sudah sangat riil, bergerilya sampai ke tempat2 terpencil di Jawa Timur, dan Ustad Shiddiq yang langsung bersentuhan dengan akar-akar rumput di medan dakwah di daerah terpencil di Indonesia. Daripada menyumbang untuk Stasiun TV dan helpline Mercy yang tidak jelas,  lebih baik uangnya disumbangkan ke ustad Andri dan Ustad Shiddiq ini yg sudah terbukti integritas dan perjuangannya.

Mudah2an teman-teman sekalian bisa menilai program SaveMaryam ini dengan lebih objektif, dengan menggunakan kompas agama dan nalar ilmu kita. Jangan sampai gemerlapnya kilauan projek savemaryam ini membutakan mata agama dan pikiran kita.

Wallahu’alam!

This entry was posted in Save Maryam. Bookmark the permalink.

One Response to [#7] Mengapa Umat Islam Harus Menentang dan Meluruskan Kampanye #SaveMaryam

  1. Danur says:

    di jogja khususnya, ada juga loh yg mirip uzt Andri, namanya mirip Anda juga, Uztad maulana, bliau sudah ke pelosok2 desa, hingga ke puncak merapi, saya pun akan berpikir sama, daripada buat Mercy Mission yah mending kocek saya akan saya donaikan ke uztad Maulana yang udah jelas, kalo mercy mission mau bangun TV, bingung juga konten acaranya apa, kalo secara kultur saja sudah berbeda. makasih atas tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s