[#8] EMANG LO SIAPA? – #SaveMaryam Dan Kultur Indonesia

EMANG LO SIAPA? – #SaveMaryam Dan Kultur Indonesia
By Maulana M. Syuhada
2 Agustus 2012 / 14 Ramadan 1433

Sejak saya mempublish note tentang #SaveMaryam, saya banyak mendapat email dan ratusan friend requests. Dilihat dari namanya yang masuk banyak sekali nama-nama Pakistan. Ternyata memang note-note saya ini banyak beredar di komunitas Pakistan.

Ini tidaklah mengherankan. Karena kalau melihat dari nama-nama pengurus Mercy Mission memang hampir bisa dikatakan (kecuali yg menggunak sheikh di depannya) hampir semuanya nama-nama Pakistan, http://www.mercymissionworld.org/our-people/

Sehingga kemungkinan besar video SaveMaryam ini awalnya beredar di komunitas Pakistan. Dan memang pertama kali saya mendapat link video Savemaryam ini, dari seorang teman Pakistan.  Dan ternyata note saya juga banyak beredar di sana. Kita bisa lihat siapa saja yg mengshare note saya di facebook kalau kita klik “share”.

Karena note saya merupakan counter langsung terhadap kampanye SaveMaryam, maka komunitas Pakistan pun mencoba mencari tahu siapa penulis note tersebut. Hasil google yang terpopuler yang beredar di kalangan komunitas Pakistan adalah artikel tentang Perjalanan Angklung saya bersama KPA 3 di Eropa tahun 2004 yang dimuat oleh The Jakarta Post, http://www.thejakartapost.com/news/2008/07/03/maulana-m-syuhada-exploring-world-with-music.html

Maka gegerlah komunitas Pakistan ini, karena bagi kebanyakan dari mereka musik hukumnya haram. Itulah mengapa di awal video SaveMaryam  ditulis: “No Musical Instruments Used!” Mana bisa seorang yang mengerjakan pekerjaan haram mengkritisi organisasi Islam. Mereka merasa tertipu. Lebih parahnya lagi, kata „Maulana“ dalam bahasa Pakistan berarti „Syeikh“ atau „Kyai“

Bahkan Tawfique Chowdury, Direktur MercyMission, dalam page-nya berkomentar:

„Very strange world we live in. A person has been writing articles against Save Maryam by the name of Maulana and all this time we have been thinking he is a respected Islamic authority in Indonesia due to his name ‘Maualana’. Today someone tells us, he is actually a musician. Wallahi strange world we live in!”

Komentar-komentar pembaca tentang status Tawfique di atas ini dapat dibaca di sini: http://www.facebook.com/pages/Tawfique-Chowdhury/153958201918?filter=3

Karena kiprah saya di angklung ini, di thread lainnya saya dikategorikan sebagai Fasik/Munafik karena mempromosikan musik. Beberapa komentar sempat saya “print screen”, dan bisa dilihat di link berikut: http://www.sabilulungan.org/savemaryam/diskusi_profil_maulana.html

Inilah salah satu contoh benturan kultur, antara Indonesia dan Pakistan. Sementara musik sudah menjadi bagian dari kultur bangsa Indonesia sehari-hari, di sebagian komunitas Pakistan musik merupakan barang yang haram.

Apakah Mercy sudah siap ketika nanti datang ke Indonesia dan menemui bahwa hampir seluruh penduduk Indonesia ternyata orang-orang munafik, termasuk Bimbo dan Bang Ebiet G. Ade yang merupakan musisi idola saya. Dan apakah bangsa Indonesia sudi diubah kulturnya menjadi kultur ala Pakistan yang tanpa musik?

Paling jawabannya, EMANG LO SIAPA?

Penyebaran video SaveMaryam yang vulgar dan provokatif, merupakan bukti nyata bahwa Mercy Mission tidak mengenal kultur dan kondisi Indonesia. Bagaimana mereka akan sukses berdakwah, kalau budaya lokalnya saja mereka tidak mengerti. Dan memaksakan budaya mereka diterapkan di Indonesia, hanya akan menciptakan konflik baru.

Mengapa Wali Songo berhasil menyebarkan Islam di pulau Jawa? Karena mereka melakukan dakwahnya secara kontekstual, sesuai dengan kultur penduduk di Jawa. Karenanya para wali itu dulu ahli segala macam dari mulai ahli bertani, bercocok tanam, berdagang, berpolitik, sampai berkesenian.

Kalau Mercy mau meniru contoh sukses wali songo yg menyebarkan dakwahnya lewat medium wayang dan gamelan, berarti Mercy harus belajar angklung dulu, supaya dakwahnya bisa diterima oleh remaja Indonesia, karena Angklung-lah yang lagi ngetrend sekarang😉

Dan kalau belajar angklungnya mau di Inggris, berarti ya mau ga mau harus gabung ke grup angklung saya😀

Kalau begitu datang ke Indonesia, langsung mengeluarkan fatwa musik haram dan melarang remaja-remaja muslim bermain atau mendengarkan musik.

Paling respon yang mereka dapat dari remaja kita, EMANG LO SIAPA ?

Wallahu’alam

This entry was posted in Save Maryam. Bookmark the permalink.

2 Responses to [#8] EMANG LO SIAPA? – #SaveMaryam Dan Kultur Indonesia

  1. babeh says:

    “Inilah salah satu contoh benturan kultur, antara Indonesia dan Pakistan. Sementara musik sudah menjadi bagian dari kultur bangsa Indonesia sehari-hari, di Pakistan musik merupakan barang yang haram.”
    kalimat ini terlalu gegabah…semua tergantung pandangannya, ada yang mengharamkan ada juga ya memubahkan. di Indonesia dan Pakistan sama saja, tidak beda. di Indonesia juga ada kaum salafy (bukan nahdhiyin ya) yang mengharamkan musik, tapi ada yang zikir-sikir pakai musik. di Pakistan juga begtu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s