Curhat setelah nonton Ainun dan Habibie :)

ainun dan habibie6

Peringatan: Awas ini isinya curhat!🙂

Waktu kembali menginjakkan kaki di Jerman (setelah pindah ke Inggris), entah mengapa sekujur tubuh ini jadi merinding. Begitu mendarat di Hamburg dan mendengar pengumuman petugas bandara dalam bahasa Jerman, rasanya langsung hawa Jerman itu masuk ke seluruh tubuh. Dari bandara saya naik bus ke stasiun Ohlsdorf. Di sana ketika menunggu U-Bahn (metro/subway) tiba2 potret2 kehidupan saya di Jerman dulu seakan2 masuk menari-nari lagi dalam kepala. Bunyi U-Bahn yang datang, terasa tembus sampai ke alam bawah sadar. Di dalam kereta itu, saya menerawang ke pemandangan kota Hamburg dari jendela. Satu demi satu kisah-kisah hidup saya selama empat tahun di Jerman itu masuk lagi dalam ingatan, saat2 susah, saat2 senang, saat2 tidak punya uang, saat2 menerima gaji pertama, saat2 masuk ruang kuliah untuk pertama kalinya, saat2 makan donner segede gaban, saat bermain angklung, gamelan, kendang wayang kulit, saat2 kerja kuli, saat2 kehilangan pekerjaan, suka, duka, senang, sedih, cape, gembira, haru, rindu, semua perasaan bercampur aduk jadi satu, sampai akhirnya air mata ini tak tertahankan lagi. Saya tak peduli dengan penumpang lain, saya menangis di dalam kereta sambil terus memandangi pemandangan kota Hamburg dari jendela. Ya Allah, ternyata susah itu indah, bahagia itu indah, cape itu indah, sedih itu indah, semuanya terlihat indah. Hamburg bagi saya adalah kampung halaman kedua, setelah Bandung. Ikatan emosional saya dengan kota ini begitu kuat. Kota ini terlalu banyak menyimpan kenangan indah perjuangan hidup saya di Jerman. Entah kapan saya bisa dapat kesempatan kembali ke sana, setidaknya untuk bernostalgia lagi.

Kemarin, sewaktu nonton film Ainun dan Habibie, ketika sudut2 kota Aachen tampil di layar, ketika bahasa Jerman tampil memenuhi percakapan2 di film, tiba2 perasaan yang pernah saya alami di kereta beberapa tahun lalu itu kembali hadir, tubuh saya merinding, ingatan saya menembus waktu kembali ke masa2 di Jerman dulu. Emosi itu terus menyelimuti saya sepanjang film. Puncaknya ketika N-250 lepas landas terbang ke udara, emosi saya tak terbendung, mata saya berkaca-kaca (ingin rasanya nangis, tapi malu dengan orang2 di sebelah). Haru, bangga dan sedih bercampur jadi satu. Saya terharu dengan perjuangan dan kegigihan Habibie, saya bangga menjadi bangsa Indonesia, tapi saya sedih dan marah terhadap negara ini, hati ini tidak terima mengapa anak bangsa seperti Habibie diperlakukan seperti itu oleh negaranya sendiri. Hanggar pesawat yang kosong seolah menjadi simbol perlakuan negara ini terhadap salah satu putera terbaiknya.

Mudah2an film ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, hingga Indonesia bisa melahirkan banyak habibie2 lainnya di masa datang. Dan juga, mudah2an negara ini bisa belajar dari kesalahan, bisa menghargai putera-puteri bangsa yang punya komitmen dan dedikasi untuk kemajuan bangsanya.

Film ini punya tempat tersendiri di hati saya. Walaupun saya hanya seorang pekerja kuli gudang waktu di Jerman dulu yang kebetulan bisa kuliah juga, tapi itu semua cukup untuk mengembalikan kenangan2 indah masa2 di Jerman dahulu. Ternyata semuanya tergantung pada diri kita sendiri. Hidup akan indah, kalau kita membuatnya menjadi indah, apapun itu!🙂

Edisi curhat malem2 setelah nonton Ainun dan Habibie🙂

This entry was posted in Film and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Curhat setelah nonton Ainun dan Habibie :)

  1. ericka says:

    Kang Maul…. senang saya baca tulisan kang Maul ini.. sepakat Kang, seharusnya Negara ini bisa lebih baik, jika mau memberikan ruang “kemajuan” untuk putra-putri nya yang muda dan berdedikasi.. duhh saya jadi ikutan mellow.. ingin rasanya jalan-jalan juga kaya Kang Maul ..#Loooh heheh.. suksess selalu ya Kang🙂

  2. insya Allah… cuma soal waktu aja…. sekarang kan barang2nya udah jalan2 ke luar negeri, yah… pastinya orangnya juga cepat lambat akan ikutan jalan2 juga….. ^_^
    btw. ericka belum dapet bukunya ya? msg aja alamat + notelpnya ke fb saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s