Gue galau masa!

galau-r3

Ada yg menarik dari pertanyaan pemirsa di book review #MaryamMenggugat di RRI PRO 2 FM JOGJA tadi malam, “Kenapa mesti Maryam?”.

Pertanyaan ini mengingatkan saya akan pertanyaan seorang mahasiswi sehabis diskusi buku #MaryamMenggugat di Masjid Mujahidin, Bandung.

“Kenapa mesti maryam, kenapa mesti perempuan, apakah karena perempuan itu lemah, mudah diperdaya, rentan pindah agama, dsb., sehingga harus Save Maryam, bukan yang lainnya (mungkin maksudnya Save Ibrahim atau Save Tawfique :D)? Kenapa kok, perempuan yang jadi simbol, etc. etc., ?”

“Tenang… tenang…. mba…! Yang buat Save Maryam itu kan Mercy Mission, bukan saya. Jadi jangan saya dong yang dimarahin. Langsung aja protesnya ke Mercy Mission, kalau perlu demo di depan kantornya!” ^_^

Pertanyaan yang sangat bagus dan kritis! Tapi ini pertanyaan mestinya ditujukan ke Mercy Mission karena merekalah yang membuat Save Maryam. Secara implisit MercyMission (MM) telah menstereotipkan bahwa wanita itu lemah, rentan,dsb. Sehingga dipilihlah Maryam sebagai simbol remaja yang galau. Padahal galau itu bisa melanda siapa saja, bukan hanya perempuan, laki-laki juga bisa galau. Dan bukan remaja saja, tapi orang dewasa bahkan kakek2, nenek2 pun bisa galau🙂

Lha wong, Syeikh-nya Mercy Mission juga bisa galau. Syeikh Tawfique Chowdury (Direktur Mercy Mission), ketika tahu bahwa yang menulis artikel yang mencounter Save Maryam itu hanya seorang pemain angklung, langsung menjadi galau-suralau. Saking galau-nya, dia pun menulis di fb-nya:

“Very strange world we live in. A person has been writing articles against Save Maryam by the name of Maulana and all this time we have been thinking he is a respected Islamic authority in Indonesia due to his name Maulana. Today someone tells us, he is actually a musician. Wallahi very strange world we live in!”

Jadi bukan cuma ABG saja yang bisa terkena sindrom galau, tapi Syeikh kelas dunia juga bisa galau, bahkan presiden suatu negara juga bisa galau🙂 (dan bahkan curhat di tv nasional :D). Ja ja ja… very strange world we live in! ^_^

Ngomong2 masalah galau, pagi ini ada seorang pemuda anonim yang galau (dengan nama twitter

@yok_ayok) dan membanjiri wall saya dengan tweets2-nya. Ini sudah keempat kalinya dia membanjiri wall saya. Pernah saya ladeni, tapi ternyata ngomong sama orang galau itu susah nyambungnya. Daripada ketularan galau, akhirnya ga pernah saya jawab lagi.

Inilah contoh salah satu sifat negatif yg masih berkembang di masyarakat. Ketika mendapat informasi sepotong, bukan dicek dan recek, dan dipelajari. Tapi malah langsung menyimpulkan, menuduh, dsb., padahal apa yg dituduhkan bukan saja tidak benar, tapi ga nyambung.

Disitulah pentingnya bersifat elegan, mendengar, memahami, mempelajari, mencek-recek sesuatu, sehingga kita tidak reaktif, tidak mudah terprovokasi dan akhirnya galau…

Karena galau itu bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain😉

Apalagi kalau sampai presiden yang galau, rakyat satu negara jadi korban🙂

Mari bebaskan diri kita dari kegalauan!
~dari lantai tiga perpus itb yang aman dari kegalauan~

ps: oh iya, yang belum tahu twitter saya, @maulanasyuhada. Barangkali penasaran dengan twitter galau yang membanjiri wall saya😉

th8-1

This entry was posted in Save Maryam, Social and Community. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s